Seputar Peradilan

LOGO PA SUKABUMI.jpg

ITSBAT NIKAH ULTAH KOTA SUKABUMI KE-105

 

Sukabumi-Pemerintah Kota Sukabumi menggiatkan itsbat nikah dalam rangka hari jadi Kota Sukabumi ke-105. Upaya ini dilakukan karena masih banyak pasangan suami-istri yang pernikahannya belum tercatat secara resmi di negara. Ini dilakukan dengan menggelar isbat nikah yang diikuti sebanyak  110 pasangan suami-istri di Pengadilan Agama Sukabumi, Senin siang (15/04/2019). Mereka sebelumnya hanya sah secara agama namun belum tercatat secara resmi di negara.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Pengadilan Agama Sukabumi serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukabumi. Kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Sukabumi ke-105.

"Dasar pelaksanaan isbat nikah ini mengacu pada sistem infomasi administrasi kependudukan,’’ ujar Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Iskandar Ifhan

Data Disdukcapil menyebutkan, jumlah penduduk yang belum melaporkan pernikahannya tercatat atau belum secara negara mencapai sekitar 47 ribu. Menurut Iskandar, pernikahan yang belum tercatat secara negara berkaitan dengan akta kelahiran. Jika belum tercatat maka pada akta kelahiran belum tercatat putra atau putri dari seorang ayah dan hanya mencantumkan seorang ibu. Ketika itsbat nikah, maka dalam akta kelahiran dicantumkan ayah dan ibu.

Iskandar menerangkan, itsbat nikah ini memberikan kepastian hukum bagi warga yang belum tercatat pernikahannya secara negara. Upaya ini juga memberikan perlindungan atas hak anak dan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, kegiatan itsbat nikah tahun ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah kota dan Pengadilan Agama Sukabumi. Itsbat menandakan pernikahan yang belum dianggap kokoh, teguh, kuat harus di kokohkan dari sisi administrasi kenegaraannya.

"Target pasutri yang mengikuti itsbat nikah awalnya 105 pasangan, namun jumlah tersebut bertambah menjadi 110,’’ kata Walikota Sukabumi.

Kegiatan ini bertujuan bagaimana warga Sukabumi yang belum memiliki dokumen kependudukan dalam hal ini buku nikah dapat tercatat secara administrasi kenegaraan. Sebab jika tidak memiliki buku nikah dampaknya sangat panjang terutama untuk kepentingan anak-anak. Diakui Walikota, masih ada warga yang belum tercatat pernikahannya secara resmi di negara. Sehingga, pemerintah berupaya secara bertahap menuntaskannya. Oleh karena itu kata beliau merasa bersyukur adanya kerja kolaboratif penyelenggaraan itsbat nikah. Sehingga, layanan kepada masyarakat Kota Sukabumi bisa dilakukan dengan maksimal.

Ketua Pengadilan Agama Sukabumi Drs. H. Udin Najmudin, S.H., M.H. menuturkan, kegiatan itsbat nikah bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat yang belum mempunyai buku nikah. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

 

Berikut foto-foto kegaiatan: